GEOVICE – Rumah Produksi ( PH ) Wacthdoc kembali merilis sebuah film dokumenter tentang bisnis listrik di Indonesia. Judulnya, Kesetrum Listrik Negara, telah di unggah di chanel youtube Wacthdoc Documentary, pada Jum’at, 04 Sep 2020.
Film berdurasi lebih dari 50 menit, dengan producernya sebanyak tiga orang , yaitu Andi Panca, Ari Trisna Dan Dhandy Dwi Laksono. Ketigannya sangat getol memproduksi film dokumenter sejak lebih dari tujuh tahun terakhir ini.
Film dokumenter Kesetrum Listrik Negara mengupas secara lengkap tetang kenaikka tarif listrik, kerugian dan penyebab pln merugi, seluk beluk bisnis api listrik, nama pemilik perusahaan listrik, cara menghemat listrik serta sumber listrik alternatif.
Soal kenaikan tarif listrik, film ini menyorot seorang tukang tempel ban sebagai sample. Tukang tempel ban ini menyatakan keherananya atas kenaikkan tarif listrik yang cukup signifikan yang teradi di tempat usahanya. “Mereka cuma menebak nebak besarnya pemakaian listrik, “kata tukang tambal ban ini.
Faisal Basri, seorang ekonom menjelaskan bagaimana bisnis listrik yang digunakan oleh PLN. Faisal Basri mengungkapkan bahwa PLN membeli api listrik dari pembangkit milik swasta dengan sistem “pakai ora pakai musti bayar”. Maksudya, perusahaan swasta mewajibkan PLN agar membeli dengan jumlah minimal tanpa peduli “dipakai atau tidak dipakai”. Faisal Basri mengungkapkan bahwa PLN membeli listrik dengan hitungan harga dalam bentuk dollar. Ironinya adalah, perusahaan penyedia listrik mengeluarkan biaya produksi dengan rupiah, karena batubara diambil di pulau Kalimantan. Lantas mengapa PLN membayar dalam US Dollar ? Disini juga dijelaskan bagaimana PLN “menahan rugi”
Film ini juga menyoroti nama nama perusahaan dan nama pemilik pemangkit listrik yang memggunakan batu bara. Sandiaga Uno, Luhut Binsar Panjaitan, Facrur Razi, Hasyim Dijokusumo dan keluarga Eric Thoir, adalah beberapa nama yang diketahui sebagai pemilik konsensi tambang batu bara sekaligus sebagai pemilik perusahaan pembangkit listrik yang menjadi mitra PLN.
Disisi lain, film ini menguraikan bagaimana cara agar dapat menghemat listrik untuk rumah tangga. Ada rumah dengan asitektur yang dapat menghemat pemakaia listrik yang ditampilkan sebagai contoh.
Untuk melengkapi keselurahan film, beberapa pembangkit listrik alternatif di munculkan. Ada tiga pembangkit listrik alternatif ditampilkan, yaitu pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit tenaga angin dan pembbangkit listrik tenaga air.
Bolehkah listrik dari pembangkit alternatif hasil swadaya masyarakat untuk dijual kepada masyarakat umum ?. Jawabannya, TIDAK.
Nonton videonya pada link ini
http://Kesetrum Listrik Negara